KIKUGAWA DAN BENGAWAN SOLO, PENGHUBUNG KEBUDAYAAN JEPANG DAN INDONESIA

Mau tau sejarah bagaimana masakan jepang bisa sepopuler ini di Indonesia dan  bagaimana masakan Indonesia bisa sampai ke jepang? Mari kita simak artikel di bawah ini!

Meskipun dalam catatan sejarah Jepang memang pernah menjajah Indonesia, faktanya makanan Jepang baru mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1969. Invasi ini dimulai dengan berdirinya sebuah restoran Jepang di bilangan Cikini. 

Restoran Kikugawa didirikan oleh Kikuchi Terutake, serdadu asal Jepang yang bertugas di Indonesia pada tahun 1969 dan menjadi restoran jepang tertua di Indonesia. Kala itu, Kikuchi menikahi seorang wanita asal Manado bernama Amelia Paat. selain membuka restoran di Cikini, Kikuchi dan istrinya, Amelia, yang orang Indonesia, juga membuka restoran di Jepang. Restoran itu bernama Bengawan Solo dan menyajikan menu khas Indonesia dengan harapan dapat menjadikan Kikugawa dan Restoran Bengawan Solo sebagai penghubung kebudayaan Jepang dan Indonesia.

Kikuchi pertama kali datang ke Jakarta pada masa Perang Dunia Kedua tahun 1942 saat tentara Kekaisaran Jepang melakukan invasi ke Pulau Jawa. Seusai Perang Dunia Kedua, serdadu Jepang yang bertempur di berbagai belahan dunia ditarik kembali. Sebagian dari mereka melakukan hara-kiri dan sebagian menetap di Indonesia, salah satunya Kikuchi.

Nampaknya keinginan Kikuchi menunjukan hasil, karena terbukti pengunjung restoran Kikugawa maupun Bengawan solo sebagian besar adalah warga local baik itu di Indonesia dan di Jepang.

Keren kan guys kisah dibalik masakan jepang di Indonesia, jadi mari kita hormati kebudayaan orang lain dan jaga kebudayaan kita di mata dunia!